Bermula dari Petuah Kakek Berbaju Ungu

Suatu senja, Ny Rame menunggu warungnya yang terletak di Candisari Kalasan, Yogyakarta. Tiba-tiba muncul seorang kakek-kakek yang berpakaian serba wulung (ungu) masuk ke warungnya.
Dahi orang tua itu berkeringat. Tak tega Ny Rame melihatnya, Istri Ronopawiro ini bermaksud mengambilkan segelas air putih pelepas dahaga. Namun sebelum masuk melangkah masuk, tiba-tiba laki-laki tua tersebut bertanya, "kamu jualan apa?"
"Jualan ayam goreng" jawab Ny Rame singkat. Tanpa diminta, tiba-tiba kakek tersebut memberi resep cara membuat ayam goreng yang sedap. Sebagai penjual ayam goreng, tentu Ny Rame memperhatikan petuah orang asing tersebut.

Setelah kakek asing itu selesai memberi resepnya, Ny Rame buru-buru ingin mengambilkan air putih. Ia pun pergi kedapur. Dengan air putih ditangan buru-buru pula ia kembali ke warungnya untuk menemui kakek yang berpakaian ala orang badui itu. Betapa kagetnya Ny Rame saat tiba di warung orang tua itu sudah lenyap.
Sejak saat itu, Ny Rame --- yang kemudian dikenal dengan nama Mbok Berek --- mengingat-ingat resep yang diberikan kakek aneh itu.
Nama Berek sendiri awalnya adalah nama julukan yang diberikan kepada Ny Rame karena anaknya sering menangis mberek-berek (nangis sambil teriak-teriak). Sementara petuah kakek berbaju ungu itu diabadikan dalam nama badan hukum yang menangani francise yang dijual oleh Ny Umi yakni PT Weling Simbah Wulung yang artinya petuah kakek berbaju ungu.

Beberapa saat sebelum Meninggal, Mbok Berek yang mempunyai 5 orang anak berpesan agar anak-cucunya meneruskan usahanya. "karena itu, semua anak cucu Mbok Berek berhak memakai nama Ayam Goreng Mbok Berek". ujar Ny Umi. Ny Umi sendiri merupakan cucu dari anak pertama Mbok Berek yang bernama Samijo Mangundimejo. "Jadi saya sendiri generasi keempat dari Mbok Berek. ujar Ny Umi seraya menambahkan saat ini terdapat sekitar 40 rumah makan "ayam goreng Mbok Berek" diseluruh indonesia.

Artikel lain

  1. Ayam Desa Populer di Kota
  2. Ayam Kampung Masuk Kota
  3. Hemat dan Sederhana Selalu Saya Terapkan
  4. Motto Generasi Ke-3
  5. Motto Generasi Ke-4
  6. Profil Ratna Juwita Umiyasih
  7. Bermula dari Petuah Kakek Berbaju Ungu